Atas izin dan ridho-Nya, kita dipertemukan dan diuji hingga hari ini. Aku percaya ini adalah jalan yang Dia tunjukkan. Dengan memohon berkah dan bimbingan-Nya, aku ingin mengajakmu melangkah ke jenjang yang lebih suci. Maukah kamu menjadi pasangan hidupku, mitra dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, hingga akhir hayat nanti?
Usulan untuk Romantis Harapan
Ucapan Romantis
Menampilkan {start} hingga {end} dari 25 hasil
Setiap detik bersamamu adalah halaman terindah dari buku hidupku. Senyummu adalah matahari pagiku, dan pelukanmu adalah rumahku. Aku ingin menghabiskan sisa umurku menulis cerita cinta yang tak pernah usai, denganmu sebagai satu-satunya tokoh utama. Maukah kau menjadi bagian dari setiap 'besok' yang kudamba?
Katakan 'iya', dan aku janji akan selalu mengalah remote TV, meski pertandingan bola lagi seru. Aku bahkan rela berbagi makanan favoritku. Hidup bersamamu pasti lebih seru daripada drama series manapun. Jadi, gimana? Deal?
Hai sayang, kita sudah melalui banyak hal bersama. Aku nggak bisa bayangin hidup tanpa kamu. Jadi, gimana kalau kita lanjutin petualangan ini selamanya? Mau nikah sama aku?
Dengan segala kerendahan hati dan keyakinan yang mendalam, saya menyampaikan permintaan terpenting dalam hidup saya. Melalui perjalanan waktu, saya menyadari bahwa kebahagiaan sejati adalah memilikimu di sisi. Maukah kamu, dengan segala kelebihan dan kekuranganmu, menjadi pendamping hidup saya, untuk bersama membangun keluarga yang penuh cinta dan pengertian, dari sekarang hingga selamanya?
Atas berkat dan ridho-Nya, kita dipertemukan dalam ikatan cinta yang suci. Kini, dengan hati yang tulus dan penuh syukur, aku memohon izin kepada-Mu dan kepadamu, untuk kita menyatukan langkah dalam ikatan pernikahan. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan.
Di setiap detik jantungku berdetak, namamu selalu terukir. Kamu adalah mimpi yang tak pernah berani kumimpikan, kini hadir dalam genggamanku. Melangkah bersamamu adalah satu-satunya petualangan yang kuinginkan. Izinkan aku mencintaimu lebih dalam, setiap hari, selamanya. Maukah kamu menikah denganku?
Katakan 'iya', dan aku janji akan selalu jadi yang pertama ambil sampah, yang terakhir habisin es krim, dan pasangan yang paling cerewet mengingatkanmu untuk pakai jaket. Hidup kita bakal seru dan penuh tawa. Gimana, deal?
Hey sayang, aku nggak bisa bayangin hidup tanpa kamu di sampingku. Mau nggak jadi istri aku? Aku janji bakal bikin kamu tersenyum setiap hari.
Dengan segala kerendahan hati dan cinta yang terdalam, saya memohon kehormatan untuk dapat berdiri di sampingmu selamanya. Hidup ini telah memberikan makna yang luar biasa sejak kamu hadir. Bersediakah kamu, cahaya hidupku, menjadi pendamping saya dalam mengarungi samudera kehidupan, untuk saling menguatkan, mencintai, dan membangun keluarga yang diberkati?
Atas berkat dan petunjuk-Nya, aku dipertemukan denganmu, cahaya yang melengkapi iman dan hidupku. Aku percaya ini adalah jalan yang Dia rancang. Dengan memohon ridho-Nya, aku ingin mengajakmu untuk melangkah ke dalam ikatan suci pernikahan, membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Maukah kamu menemaniku meraih cinta-Nya bersama?
Di setiap tatapanmu, aku menemukan rumah. Di setiap tawamu, aku menemukan alasan untuk bahagia. Hidup bersamamu bukan lagi sekadar impian, tapi sebuah kebutuhan bagi jiwaku. Hari ini, dengan hati yang berdebar penuh cinta, aku ingin bertanya: maukah kamu menjadi bagian dari setiap ceritaku yang belum terukir?
Kamu tahu, aku sudah cek semua daftar pro dan kontra tentang pernikahan. Satu-satunya kontra adalah aku harus berbagi makanan favoritku. Tapi, karena itu kamu, aku rela. Jadi, gimana? Mau nggak jadi partner resmi dalam kejahatan dan kebahagiaan seumur hidup?
Aku nggak bisa bayangin hidup tanpa kamu. Kamu adalah orang yang paling aku cintai dan percaya. Yuk, kita nikah dan lanjutin petualangan ini selamanya!
Dengan penuh kesadaran dan cinta yang terdalam, aku memohon kehormatan untuk dapat menjalani sisa hidupku di sisimu. Setiap momen bersamamu telah membuktikan bahwa engkau adalah partner, sahabat, dan cinta sejatiku. Bersediakah kamu menjadi istriku, untuk bersama membangun masa depan yang penuh makna dan kebahagiaan?
Atas berkat dan petunjuk-Nya, aku dipertemukan denganmu, cahaya yang menerangi jalan hidupku. Dengan rasa syukur yang tak terhingga, aku memohon resto-Nya dan juga restumu, untuk kita membangun bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Maukah kamu menemaniku mengarungi samudera kehidupan sebagai istri dan pasangan hidupku?
Dari semua mimpi yang pernah kumiliki, kamu adalah yang terindah dan paling nyata. Setiap detik bersamamu mengajariku arti kebahagiaan sejati. Kini, dengan jantung yang berdebar penuh cinta, aku ingin mengukir janji abadi. Maukah kamu menjadikan hidupku lengkap dan menjadi istriku?
Aku sudah cek semua data, dan hasil analisisku menunjukkan bahwa kita adalah tim yang sempurna. Untuk memastikan kolaborasi ini berlangsung selamanya, aku punya proposal resmi: mau nggak nikah sama aku? Nanti aku yang cuci piring hari pertama.
Hidup bersamamu itu seru banget. Aku nggak bisa bayangin masa depan tanpa kamu di samping. Jadi, gimana? Mau nggak jadi istri aku?
Dengan segala kerendahan hati dan cinta yang terdalam, saya memohon kehormatan untuk dapat berdiri di sampingmu selamanya. Hidup bersamamu adalah anugerah terbesar, dan hari ini, dengan harapan yang tulus, saya meminta izin untuk merawat, menghormati, dan mencintaimu di setiap langkah perjalanan kita menuju masa depan. Maukah kamu menjadi istri saya?
Atas berkat dan petunjuk-Nya, aku dipertemukan denganmu, calon penyejuk hati dan penyempurna iman. Aku memohon ridho-Nya dan ridho orang tua kita untuk melangkah ke jenjang yang lebih suci. Bersediakah engkau, menjadi istriku, partner dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah?
Di setiap detik bersamamu, hatiku menemukan rumah. Senyummu adalah matahariku, dan pelukanmu adalah tempatku pulang. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku untuk membuatmu merasa dicintai, setiap hari, dengan cara yang lebih dalam dari hari sebelumnya. Maukah kau menikah denganku?
Aku sudah cek semua daftar pro dan kontra tentang dirimu. Hasilnya: Pro: Kamu sempurna. Kontra: Aku harus nanya dulu. Jadi, daripada aku terus-terusan ngecek daftar ini, mau nggak nikah sama aku?
Hidup bersamamu adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku. Aku nggak bisa bayangin masa depan tanpamu. Jadi, gimana? Mau nggak jadi istri aku?